Selamat Datang di Blog Yuniara

Tuesday, October 9, 2012

Pemikiran Para Tokoh Negara Indonesia dalam Penyusunan Dasar Negara


Pemikiran Soekarno
Ir. Soekarno adalah seorang tokoh besar, pemimpin  bangsa dan bahkan juga dikenal sebagai pemimpin revolusi bangsa Indonesia. Beliau berperan penting  dalam perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan tanggal 17 Agustus  1945. Kontribusi beliau lainnya adalah dalam peyusunan dasar negara.  Dalam sidang BPUPKI I tanggal 1 juni 1945 beliau menyampaikan usulan dasar negara yaitu:
1.      Kebangsaan Indonesia,
Dengan melihat kondisi Indonesia yang berkepulauan dan berbangsa-bangsa, maka di munculkan dalam dasar negara tentang kebangsaan Indonesia ini. Beliau bermaksud dengan berbagai bangsa-bangsa tersebut kita dapat menjadi satu dalam kebangsaan Indonesia. Soekarno sudah memikirkan Indonesia jauh kedepan dengan dasar ini agar kita tidah mudah terpecah belah dengan berbagai perbedaan yang ada.
2.      Internasionalisme atau perikemanusiaan,
Internasionalisme dimunculkan soekarno karena beliau memang seorang yang telah banyak memiliki relasi luar negeri. Sosok yang senang bersosialisasi dengan negara lain tetapi tidak mudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran luar negeri. Dengan dasar ini, soekarno berharap Indonesia kelak dapat menjalin hubungan baik dengan bangsa lain tanpa mengikuti ideologi mereka. Perikemanusiaan diambil karena rakyat Indonesia diharapkan saling menghargai manusia yang lain.
3.      Mufakat atau demokrasi
Soekarno memunculkan dasar ini karena melihat kebiasaan rakyat Indonesia yang sejak dari dulu telah menerapkan musyawarah dalam memecahkan masalah.  Beliau berfikiran musyawarah untuk mencapai mufakat tersebut adalah cara yang paling cocok terhadap kepribadian bangsa Indonesia. Dengan musyawarah semua orang dapat menyampaikan pendapatnya, kemudian semua usulan ditampung untuk dicari penyelesaian yang terbaik. Sehingga tercipta demokrasi dalam masyarakat itulah tujuan beliau dalam dasar ini.
4.      Kesejahteraan sosial
Dasar ini dimunculkan Soekarno merupakan hasil dari ketiga dasar sebelumnya. Maksudnya adalah jika dasar sebelumnya yaitu kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau perikemanusiaan, dan mufakat atau demokrasi dapat berjalan dengan baik maka secara otomatis akan tercapai kesejahteraan sosial eluruh rakyat Indonesia. 
5.      Ketuhanan yang berkebudayaan
Dasar terakhir yang dicetuskan Soekarno dalam usulannya ini mengapa tentang ketuhanan yang berkebudayaan. Karena dalam berpedoman dengan 4 dasar sebelumnya harus terdampingi oleh agama. Karena kemerdekaan sendiripun tidak dapat datang sendiri, semua itu juga atas rahmat Tuhan. Berkebudayaan mengikuti di belakang ketuhanan karena pada masa setelah kemerdekaan terdapat berbagai kebudayaan, dan mereka mempunyai kepercayaan masing-masing. Maka disatukanlah dasr yang terakhir ini ketuhanan yang berkebudayaan diharapkan kita sebagai rakyat Indonesia menganut agama masing-masing dan turut menjaga kebudayaan kita.
Ke lima asas tersebut kemudian diberi nama Pancasila, kemudian diperas menjadi tiga sila yang disebut Tri Sila, yaitu :
1.      Socio-Nationalisme, Perasan Sila I&II          
2.      Socio-Democratis, Perasan Sila III&IV
3.      Ketuhanan                                          
Ketiga sila itu lalu diperas lagi menjadi satu sila dan disebut Ekasila yaitu : gotong royong.






Pemikiran Soepomo

Dalam sidang BPUPKI I Prof. Dr. Mr. R. Soepomo tanggal 31 mei 1945 mengusulkan Dasar Negara yaitu :
1.       Persatuan,
Maksud pernyataan tersebut adalah negara Indonesia menjadi negara kesatuan yang bersifat integralistis. Indonesia terdiri dari beberapa pulau dan akan menjadi negara yang satu yaitu bangsa Indonesia. Bersifat Integralistik adalah pemikiran bersatunya seluruh rakyat dari golongan manapun. Dengan integralistik kita dapat menghargai golongan yang lain. Mungkin soepomo bermaksud dengan pemikiran kini akan tercipta persatuan seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan golongan.

2.       Kekeluargaan
Dimaksudkan dalam berkewargaanegaraan Indonesia berasaskan kekeluargaan. Contohnya menyelesaikan masalah pertama dengan kekeluargaan terlebih dahulu, jika tidak menemukan titik temu maka ke jalur yang lain. Kemudian contoh selanjutnya adalah didirikannya ssskoperasi. Mengapa koperasi. Karena koperasi adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan, di dalamnya memuat sistem saling menguntungkan. Inilah sebenarnya yang dituju, antar masyarakat diharapkan dengan asas ini bisa saling tolong menolong yang salah satunya dicontohkan dengan dibentuknya koperasi yang termasuk dalam bidang ekonomi.
3.       Keseimbangan Lahir Dan Batin
Dasar yang diusulkan soepomo ini bermaksud dalam suatu negara nantinya terjadi keseimbangan antara batiniah dan lahiriah. Batin disini berarti berkaitan dengan suatu keyakina atau agama. Diharapkan setiap rakyat Indonesia nantinya memiliki agama agar dalam berkehidupan lebih terarah. Selanjutnya adalah lahiriah ini berkaitan dengan dunia atau sesuatu yang tampak, maka bangsa Indonesia juga harus membuat suatu kelembagaan untuk mengatur negara ini yang sekarang kita kenal DPR, MPR, Presiden dan para jajarannya. Nah kedua aspek ini harus seimbang agar dalam mengelola negara yang dilandasi dengan ketuhanan, maka perbuatan-perbuatan dosapun akan terhindar. Contohnya untuk sekarang ini seperti korupsi tidak akan muncul jika kedua aspek ini seimbang.


4.       Musyawarah
Dasar ini diambil Soepomo dari kebiasaan dan yang telah terjadi pada bangsa Indonesia sejak lama. Musyawarah telah dilakukan oleh para warga desa pada masa dahulu. Maka dasar ini sangat pas untuk bangsa Indonesia. Musyawarah untuk mencapai mufakat adalah cara yang terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah. Terbukti dalam penyusunan proklamasipun yang dalam keadaan terdesak dilakukan muyawarah olaeh para tokoh, disana semua pendapat ditampung dan akhirnya dihasilkan yang terbaik. Diharapkan bangsa Indonesia nantinya menerapkan dasar ini dalam menyelesaikan masalah.
5.       Keadilan Rakyat
Dasar yang terakhir dari usulan Soepomo ini dapat tercapai jika keempat dasar sebelumnya telah terlaksana dengan baik. Keadilan rakyat adalah suatu terciptanya keadilan dalam aspek apapun yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.















Pemikiran Moh.Yamin

Pidato Muhammad Yamin pada sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 yang diberi judul ”Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik menyatakan lima asas dasar Negara yang hampir sama dengan yang disampaikan Soekarno yaitu:
pertama perikebangsaan,
Maksud Moh. Yamin pada dasar pertama ini adalah negara Indonesia yang beragam dan berpulau-pulau ini menjadi satu yaitu Bangsa Indonesia. Jadi kita menjadikan perbedaan itu sebagai alat persatuan. Dalam perikebangsaan ini diharapkan kita rakyat Indonesia mempunyai rasa nasionalisme kepada bangsa kita ini meskipun kita berada di pulau yang berbeda, suku,ras, golongan yang berbeda pula tapi dengan dasar perikebangsaan ini kita adalah satu bangsa Indonesia.
kedua perikemanusiaan,
Perikemanusiaan berarti menghargai sesama manusia. Dalam hal ini diharapkan bangsa Indonesia dengan dasar ini menjujung tinggi hak asasi manusia.
ketiga periketuhanan,
Bangsa Indonesia dapat merdeka tidak hanya kebetulan tetapi katena berkat ijin Allah. Dari pertimbangan tersebut dimunculkan periketuhan.  Diharapkan dengan dasar ini kita sebagai sebuah bangsa yang religius dan mempunyai agama.
keempat Perikerakyatan,
Maksud dari perikerakyatan ini adalah bangsa indonesia yang mengayomi seluruh rakyat, mengahargai pendapat-pendapat masyarakatnya. Dan hubungan rakyat dengan perangkat negarapun harus baik. Diharapkan dengan dasar ini perangkat negara dapat menampung aspirasi masyarakat demi kemajuan bangsa Indonesia.
kelima Kesejahteraan rakyat.
Dasar terakhir ini dapat tercapai jika keempat dasar sebelumnya telah terlaksana dengan baik. Jika Indonesia telah bersatu dengan segala perbedaan yang ada, saling menghargai HAM, selalu berpegang kepada agama masing-masing, dan berkerakyatan dengan baik maka kesejahteraan rakyat itu hasilnya.

No comments:

Post a Comment